Jalan-jalan ke Kota Bersejarah San Marino

September 30th, 2017 | Posted by suci yuliati in Wisata

Terletak beberapa mil dari teluk Adriatic, salah satu negara terkecil sekaligus tertua di dunia ini bernama San Marino. Meskipun berada di wilayah Italia, Republik San Marino merupakan negara yang merdeka dan telah diakui di dunia internasional dengan sistem demokrasi. Negara ini juga unik, karena merupakan salah satu negara yang tidak memerlukan visa untuk berkunjung! Namun bagi turis pengoleksi cap paspor tak perlu khawatir, karena di tourist information centre kita dapat memperoleh cap dengan membayar lima euro. Berlibur ke kota San Marino, kita akan selalu berbicara tentang sejarah karena ibu kota negara San Marino, yang juga bernama San Marino, masuk dalam daftar kota bersejarah UNESCO. Kota San Marino seluas kurang lebih tujuh kilometer persegi dengan jumlah penduduk 6000 orang. Kota San Marino dapat ditempuh melalui jalan darat sekitar 26 kilometer dari bandara terdekat di kota Rimini. San Marino berada di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut, tepatnya di gunung Titano, dicapai dengan menggunakan cable car dari Borgo Maggiore sepanjang 1.5 km. Menurut mitologi, kawasan ini merupakan salah satu tempat berlangsungnya upacara yang dilakukan para raksasa (Titani) untuk mencapai langit dan menyingkirkan (dewa) Jupiter. Pemandangan yang luar biasa dapat dinikmati ketika berada di dalam cable car selama kurang lebih 2-3 menit. Tidak hanya pemandangan yang menarik, namun arsitektur bangunan yang hadir di depan mata sangatlah berbeda dari pemandangan sepanjang perjalanan dari Rimini menuju kota San Marino. Jalan lorong-lorong sempit berbatu dengan dinding tinggi di kiri dan kanan, dan sesekali tampak kehijauan, serta warna-warni mencolok dari bunga-bunga yang merekah membuat kota ini terlihat menarik. Sempitnya jalan, berliku dan berkontur naik-turun, membuat hampir tidak ada kendaraan yang lalu lalang di sini.

Jalan-jalan ke Kota Bersejarah San Marino

negeri menara Kota yang semula adalah biara di abad ke-16 ini, dikelilingi oleh tiga lapis benteng tinggi yang sudah ada sejak abad pertengahan. Dalam catatan sejarah, Republik San Marino adalah negara damai yang tidak pernah ikut dalam peperangan. Terdapat tiga menara sebagai simbol gunung Titano, yaitu Guaita, Cesta dan Montale. Pada Menara Guaita terdapat taman dengan beragam tanaman yang terlihat sangat cantik di musim panas. Menara ini juga memiliki ruang-ruang berbatu yang sempat menjadi penjara. Di salah satu menara terdapat lonceng dan di bagian dasar terdapat gereja.

Menara kedua, Cesta atau terkadang disebut Fratta. Di menara ini terdapat Museum of Ancient Arms yang memiliki koleksi peralatan perang kuno seperti tombak, busur dan panah serta baju besi dari abad pertengahan hingga akhir 1800. Menara ketiga, Montale, merupakan penjara. Ketiga menara ini memiliki pemandangan indah yang berbeda-beda. Selain menara, benteng, gereja dan gedung parlemen, di kota ini juga terdapat beberapa museum seperti Museum Negara, Museo della Curiosita, dan Museum Vampire. Sudah tentu sebagai kota yang banyak dikunjungi turis, San Marino memiliki banyak toko. Uniknya, toko-toko di San Marino memiliki kebiasaan tawar-menawar yang jarang ditemui di negara Eropa lain. Selain itu, tidak seperti tokotoko di Italia yang mengenakan pajak 20%, di Republik San Marino barang-barangĀ  tidak dikenakan pajak, sehingga relatif lebih murah daripada negara lain. Berbagai toko dapat ditemui seperti toko souvenir, butik, toko perhiasan dengan desain khas, khususnya batu-batuan, keramik dan benda-benda seni, serta toko mainan khusus yang menjual replika senjata api dan peralatan militer. Di toko mainan khusus ini, replika senjata api sangatlah mirip dengan aslinya, karena senjata api identik dengan San Marino, karena perdagangan senjata api di San Marino merupakan hal yang legal, khususnya untuk keperluan berburu. Salah satu keunikan interior gedung parlemen The Public Palace bergaya neo-gotik adalah lukisan tangan pada dinding marmer. Selain berjalan-jalan di kota San Marino dan menikmati pemandangan, berbagai kafe, restoran maupun hotel juga dapat ditemui di kota ini. Pada umumnya makanan yang ditawarkan adalah makanan Italia. Sedangkan untuk minuman, berbagai jenis bir serta anggur lokal merupakan salah satu produk khas San Marino. Dan tentu saja kopi adalah salah satu produk unggulannya. Melupakan sejenak hiruk pikuk kota besar dengan berjalan-jalan di kota San Marino, kita tidak hanya berlibur dan menghirup udara segar khas pegunungan, namun juga kembali mempelajari sejarah abad pertengahan

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 Responses are currently closed, but you can trackback.